Tampilkan postingan dengan label Fiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiction. Tampilkan semua postingan

2/15/2009

Warisan Leluhur

Pada abad pertengahan di tanah Jawa, terlihatlah berpuluh-puluh tentara Manchuria dari kerajaan Qing (nama kerajaan di China). Mereka membawa obor dan masuk ke dalam sebuah goa. Setelah lama berjalan didalam goa mereka mendengar suara aneh, lalu mereka semua mengeluarkan pedang mereka. Tiba-tiba mereka melihat sebuah sinar besar yang menyilaukan mata. Mereka lalu berteriak kesakitan dan terbantai tanpa mengetahui apa yang terjadi.

*****

Beberapa ratus tahun kemudian, didataran Mongolia, terlihat sebuah desa. Desa itu dikelilingi oleh padang gurun. Beberapa kilometer dari desa itu terlihat beberapa truk dan beberapa orang asing menggali tanah didaerah itu. Salah seorang dari mereka berteriak,

"Berhasil!! Kita menemukannya"

Semua orang langsung berlari ke arahnya dan menemukan sebuah batu kuno berukiran bahasa Mongolia kuno. Seorang wanita asal Prancis memberikan pria itu sebuah kunci berbentuk kotak dan pria itu memasukan kunci itu ke lobang dari ukiran di batu itu. Tiba-tiba tanah disekitar pria itu terbuka dan ia sendiri jatuh ke dalam tanah. Wanita itu langsung mengeluarkan teleponnya dan menghubungi seseorang, lalu ia pun loncat masuk ke dalam lubang itu. Dengan berbekal lampu senter beberapa orang asing lainnya pun ikut masuk.

Ternyata di dalam tanah itu terbangun sebuah bangunan besar seperti makam untuk raja atau bangsawan. Mereka akhirnya menelusuri lubang itu. Setelah setengah jam berjalan mereka menemukan sebuah peti mati. Seorang pria gendut berasal dari Amerika langsung melempar dinamit dan meledakan peti mati kuno itu. Tengkorak dari peti mati berceceran keluar. Tak lama kemudian terlihatlah peti kecil didalam peti mati itu.

Seorang pria tinggi dan kekar asal Amerika memerintah agar bawahannya mengambil peti itu. Beberapa bawahannya menyentuh peti itu dan tiba-tiba ratusan anak panah melesat keluar dari dindng dan membunuh mereka semua. Setelah anak panah itu habis pria tinggi itu membuka peti itu dan tampaklah sebuah gulungan kertas kuno. Ia lalu mengambil kertas itu dan segera keluar dari lubang itu bersama bawahan lainnya. Sesampainya ia diatas, terlihat ratusan warga membawa kapak dan cangkul menyerangnya.

"Kami tidak akan membiarkan barang pusaka kami dirampas oleh orang asing sepertimu".

Warga asing itu langsung kabur. Beberapa lama kemudian datanglah helikopter dan menjemput pria tinggi dan wanita Prancis itu. Sedangkan semua bawahan lainnya mati terbunuh.

Kejadian itu tersebar dimana-mana dari televisi hingga ke radio dan polisi tidak sanggup melacak siapa dan dimana pria itu. Begitu mendengar berita di televisi, aku menutup televisi dan pergi mandi. Namaku adalah Adi Santoso. Aku adalah sejarahwan yang mempelajari bahasa kuno seperti bahasa Sansekerta. Aku bekerja di musium Fatahillah di Jakarta. Gajiku kecil dan pekerjaanku hanyalah sebagai satpam. Pihak musium tidak memerlukan penterjemah bahasa kuno.

Pada suatu malam aku pulang kerumah tiba-tiba terlihat seorang wanita bule berdiri di depan pintu rumahku. Tetanggaku semua tersenyum dan saling berbisik-bisik. Aku pun turun dari bajaj dan berkata kepada wanita itu.

"Sorry, I don't need hooker. Please leave my house".
Lalu wanita itu menamparku, "I'm here for giving you a new job"

Mendengar bahwa ada pekerjaan baru maka hatiku menjadi senang dan berterima kasih serta meminta maaf sebanyak mungkin. Namun cewek bule itu masih marah dan menyuruhku mengikutinya ke dalam mobilnya. Aku tidak peduli gosip apa yang akan dibuat oleh tetanggaku, demi uang aku masuk ke mobil itu dan diantar sampai ke restoran di hotel Borobudur. Saat aku masuk terlihat seorang bule menantiku. Badannya kekar dan terlihat seperti berumur 40-an.

"Hai, namaku John Wolfgang dari Amerika, senang berkenalan denganmu."

Aku jadi kaget karena ia dapat berbicara bahasa Indonesia seperti layaknya saya berbicara. Ia pun berbincang-bincang dan menawarkan aku pekerjaan dengan gaji setengah juta per hari. Aku langsung kaget karena gaji itu jauh lebih besar dari gaji lamaku. Ia lalu mengatakan bahwa ia perlu penerjemah bahasa kuno seperti Sansekerta. Aku langsung kaget darimana ia tahu semua hal itu. Lalu akupun menyetujuinya dan ia menyuruhku untuk langsung ikut dia pergi. Aku tidak diijinkan pulang untuk bersiap-siap. Ia hanya berkata bahwa aku mulai kerja dari malam itu juga.

Aku lalu dibawa ke Ancol dan naik ke sebuah kapal besarnya. Baju, makanan semua telah dipersiapkan untukku. Aku langsung bergabung dengan tim yang telah dipersiapkan. Tim ku terdiri dari lima orang. Aku sendiri, seorang pria gendut asal Amerika bernama Tom yang ahli dalam bahan peledak, seorang pria asal korea bernama Sung Yong yang ahli dalam bagian telekomunikasi, seorang wanita asal rusia ber-rambut jabrik dan dicat putih. Ia bernama Nataly. Dan yang terakhir adalah wanita asal Amerika berketurunan Prancis yang menamparku. Ia adalah supervisor dari tim dan tugasnya adalah mengatur tim. Namanya adalah Kelly.

Akhirnya setelah makan malam kami semua kembali kekamar untuk tidur. Kamarku berada tepat disamping kamar Kelly dan saat aku masuk kamar ia melototiku dan masuk ke kamarnya dengan membanting pintu. Aku lalu berpikir, "Kerja dengan supervisor yang membenciku, nasibku memang selalu sial".

Lalu aku masuk kekamar dan tidur. Pada pagi berikutnya kapal pun mendarat dan timku mulai bergerak. Saya baru sadar bahwa saya sudah berada di Jawa Timur. Setelah John memberikan surat perjalanan kepada polisi setempat akhirnya kami melanjutkan perjalanan. Akhirnya kita berjalan sampai ke sebuah hutan. Lalu terlihatlah sebuah candi besar. Lalu kami masuk ke dalam candi itu. Aku menjadi heran karena John hampir tahu semua jalan masuk ke dalam candi.

Setelah beberapa lama ia melihat sebuah obor, lalu ia menuangkan minyak dan menyalakannya. Setelah itu ia mematikan obor itu lalu menyalakannya lagi. Aku menjadi heran apa yang sedang ia lakukan. Setelah ia melakukannya berulang-ulang sebanyak lima kali. Ia mematikan api obor dan memutar obor itu ke bawah. Tiba-tiba dinding rahasia terbuka. Lalu Kelly masuk ke dalam dan mengambil sebuah kotak. Tiba-tiba saat kotak diambil candi itu bergetar dan kami semua lari keluar. Lantai candi itu roboh dan Kelly jatuh ke dalam, namun ia berhasil melempar kotak itu ke Tom dan diselamatkan. Tangan Kelly berusaha memegang erat batu disekitar agar tidak jatuh kebawah lubang, namun gempa yang kuat membuatnya makin terperosot.

Melihat hal itu aku langsung terjun kebawah dan menolongnya. Aku menariknya kuat-kuat ke atas dan berhasil. Pada saat ia naik, tanpa sengaja ia memelukku dan dadanya yang besar montok menekan di dadaku. Otomatis penisku berdiri dan nonjol menyentuh celana jeansnya. Ia merasa sadar dan melihatku. Wajahku langsung berubah merah. Tiba-tiba lantai yang kuinjak roboh dan kami jatuh. Tanganku tanpa sengaja memegang akar tanaman yang kuat. Aku lalu mengendong Kelly dan memanjat akar itu sampai ke atas. Setelah sampai diatas akar tanaman putus dan aku mulai terjatuh bersama Kelly, tapi tiba-tiba tangan John berhasil memegang erat tanganku dan menarik aku dan Kelly ke atas. Kami semua langsung lari dan seluruh Candi itu roboh tenggelam ke dalam tanah.

Lalu John membuka kotak itu dan didalamnya terdapat banyak batu berbentuk persegi panjang dan tipis. Dari batu-batu itu terukir bahasa Sansekerta. Ia lalu menyodorkan batu itu kepadaku. Aku lalu membacanya. Batu itu bertulis bahwa tim kami harus pergi ke Candi Borobudur, maka John tanpa basa-basi memerintah tim kami untuk bergerak ke Borobudur menggunakan jip yang sudah disediakan. Kami pun segera berangkat dan sampai disana hari sudah sore. John lalu menyogok petugas disana agar membiarkan kami masuk. Lalu kami semua masuk ke dalam dan berjalan sampai ke puncak candi.

Lalu aku kembali membaca bahasa Sansekerta dari batu yang kubawa. Dari batu itu tertulis bahwa pintu akan terbuka apabila rambut patung Budha didalam stupa di pegang. John langsung memanjat ke atas stupa besar dan memasukan tangannya ke dalam. Ia berhasil memencet tombol batu dikepala patung dan kemudian sebuah pintu batu terbuka. Lalu kami semua masuk ke dalam dengan seluruh peralatan yang kita bawa. Saat kita masuk pintu batu tertutup kembali. Semakin lama kita masuk semakin besar dan lebar jalan yang kita tempuh.

Beberapa jam kemudian John memerintah kita untuk beristirahat dan membangun kemah. Kami pun membangunnya dan menyiapkan makan malam. Beberapa lampu minyak dan api unggun pun dinyalakan. Kami hampir tidak percaya dengan lubang besar yang dibangun ini. Setelah kami selesai makan malam John menyuruhku membaca lanjutan dari batu kuno itu. Aku membacanya dan ternyata batu itu juga menceritakan kisah jaman Majapahit dimana Raden Wijaya membangun lorong bawah tanah yang besar untuk menyimpan harta dan rahasianya. Batu itu juga menjelaskan bahwa lorong itu sangat panjang dan didirikan selama lebih dari 30 tahun. Semua tim menjadi kaget.

"Sampai kapan kita harus berjalan" tanya Nataly.

Sung Yong pun berkata bahwa gelombang komunikasi terputus karena goa yang dalam ini, sehingga apabila ada bahaya, maka sangatlah tidak mungkin untuk mendapat bantuan dari atas. John berkata bahwa ia tidak akan mundur dan memerintahkan kita untuk beristirahat agar kita bisa melanjutkan perjalanan di esok hari. Maka aku pun masuk ke dalam tendaku. Tak lama kemudian Kelly pun datang dan masuk ke tendaku serta mengagetkanku dari belakang.

"Terima kasih telah menolongku, maaf aku terlalu kasar padamu beberapa hari sebelumnya" katanya.
Aku pun menjawab, "Ah tidak kok, dulu memang kesalahanku".

Lalu kami pun berbincang-bincang dalam tenda.

Lalu ia pun berkata, "Pada saat aku memelukmu, aku merasa penismu berdiri tegang dan menusukku".
Aku menjadi malu dan berkata, "Ah, itu hanya ketidak sengajaan."
Lalu ia merangkak ke depanku dan berkata, "Apakah kau suka padaku".

Aku sedang duduk dan bersender ke belakang tidak bisa berkata apa-apa. Lalu wajah Kelly makin dekat ke wajahku dan melihat mataku.

"Kau mempunyai mata yang indah katanya".

Wajahnya hanya 1 cm di depanku. Lalu dia mencium bibirku dan memelukku. Aku pun merangkulnya dan membalas ciuman hangatnya. Dadanya yang montok menempel di dadaku dan ia berbaring di badanku sambil ciuman. Penisku otomatis menegang dan menonjol menusuk celana jeansnya.

Ia lalu tersenyum dan berkata, "Nah kan, nonjol lagi".

Bersambung ke Bagian 2

Read More..

Warisan Leluhur 2

Sambungan dari Bagian 1

Lalu ia membuka celanaku dan menelanjangiku. Ia sendiri juga membuka celana jeansnya dan terlihat celana dalam yang tipis dan kecil berwarna pink. Penisku bertambah berdiri dan dipegang olehnya.

"Wah kecil sekali, aku mau lihat yang lebih besar".

Lalu ia membuka bajunya dan kutangnya. Lalu ia merangkulku dan kedua payudara montoknya menempel didadaku. Aku merasa hangat dan nikmat karena aku belum pernah melakukan seks sebelumnya, dan seks pertamaku langsung dengan wanita bule ini. Penisku berdiri dan melebar.

"Nah begitu dong" katanya.

Ia lalu mengulum dan menjilati penisku. Aku merasa nikmat sekali dan memegang rambut panjangnya. Setelah itu aku berbaring dan ia merangkak ke depanku. Payudaranya yang besar menyentuh wajahku dan langsung saja kujilati dan kukunyah. Setelah 20 menit ia berbalik badan dan duduk didadaku. Pantatnya menghadap wajahku, lalu ia membuka celana dalamnya secara pelan-pelan. Penisku langsung bertambah besar.

"Yeah, I know you like it" katanya.

Setelah celana dalamnya dilepaskan ia langsung mengangkat pantatnya dan duduk diwajahku. Vaginanya licin karena ia sering memotong bulu vaginanya sampai ludes. Aku menjilati vagina dan lubang pantatnya tanpa henti. Setelah lama kemudian ia mengalami kejang dan vaginanya terbuka lebar seperti pintu bendungan, dan air ovumnya pun mengalir deras ke dalam mulutku lalu kuhisap dan kutelan semuanya. Setelah itu ia membalikan badannya dan duduk diselangkaanku. Ia lalu memasukkan penisku ke dalam vaginanya dan bergerak liar bagaikan menunggang kuda liar di texas. Penisku terpijat dan tertarik kesana kemari.

Kami mendesah keras, "Ah.. Ah.. Uh.. Uh.."

Ia lalu memerintahkan agar aku ikut bergoyang agar percumbuan itu terasa lebih nikmat. Aku pun menggoyangkan pantat ku dan kedua tanganku memeras payudara montoknya. Ia lalu bergerak lebih liar lagi dan menamparku berulang-ulang.

"Come on, Why are you so weak? You can do it better."

Akhirnya aku mencapai tahap orgasme dan spermaku muncrat semuanya. Ia lalu menjilati dan menghisap semua spermaku. Setelah itu pipiku semua merah akibat tamparan sadisnya.

Kemudian kami memakai baju dan ia merangkak keluar dari tenda. Tiba-tiba terdengarlah suara tepuk tangan dan sorak sorai dari luar tenda. Ternyata semua timku menyaksikan bayangan ku dan Kelly dalam bercinta. Kelly pun bersorak, "Hore.. Yey.." lalu ia menarikku keluar, namun aku enggan karena malu. Akhirnya setelah lama aku pun keluar dan semua orang bersorak padaku. Aku menjadi malu dan mukaku semua merah. Aku hanya bisa tersenyum saja, dan semua timku tertawa melihat gayaku. Lalu kami semua kembali tidur untuk perjalanan di esok hari.

Beberapa jam kemudian aku dibangunkan oleh John, atasanku. Aku melihat langit masih gelap, namun John berkata bahwa hari sudah pagi. Ternyata aku lupa kalau kami berada didalam goa. Jam alarm John berbunyi mempertandakan hari sudah jam 8 pagi. Akhirnya kami pun melanjutkan perjalanan sampai jam 8 malam. Tiba-tiba Tom menginjak sebuah tulang, lalu kami meneliti tulang tengkorak itu, dan terlihatlah bendera dan perlengkapan baju besi dari kerajaan Manchuria di China. Ternyata pada jaman dulu raja Manchuria dari China mengetahui rahasia Raden Wijaya dari Majapahit sehingga menugaskan tentaranya untuk merampas harta itu. Namun malang dan semua tentara terbunuh.

Kelly yang memiliki pengetahuan kedokteran meneliti tulang-tulang itu dan terlihat tulang berwarna unggu disetiap tentara yang berarti mereka semua keracunan. Tiba-tiba terdengar suara aneh ke arah mereka dari belakang. Saat disenter terlihat ratusan kalajenking berwarna biru kehijauan menyerbu ke arah kami dengan sangat cepat. Timku langsung lari terbirit-birit namun badan Tom kegendutan sehingga ia tidak bisa berlari cepat dan menjadi target utama.

Dalam sekejap badan dia diselimuti kalajengking. Ia lalu memerintah kami untuk kabur dan ia menyalakan semua dinamitnya sekaligus. Lalu terjadilah ledakan besar dan meruntuhkan dinding goa. Dinding goa itu runtuh semua dan memblokir jalan kita untuk kembali, namun hal itu ada baiknya juga karena kalajengking beracun itu juga tidak bisa lewat. Maka kami meneruskan perjalanan dan menghargai keberanian Tom. Lalu kami berjalan beberapa jam dan mendirikan tenda untuk beristirahat.

Pada malam harinya setelah kami merasa kenyang dan tidur, aku berjalan keluar tenda sendirian untuk kencing. Setelah selesai kencing aku melihat sebuah sinar dari balik batu, maka aku pergi kesana dan mengintip. Terlihatlah Kelly dan Nataly melakukan seks. Ternyata mereka juga sanggup melakukan lesbian. Saat aku ke mengintip mereka berdua sudah telanjang semua. Terlihat Nataly sedang menjilati vagina dan pantat Kelly. Mereka melakukan posisi 69. Kelly juga menjilat vagina dan pantat Nataly dengan tidak kalah ganasnya. Setelah agak lama melakukan hal itu.

Mereka langsung duduk dan saling berhadapan. Lalu mereka saling memeluk dan berciuman secara ganas. Dada mereka berdua saling beradu dan bergesek. Setelah hal itu dilakukan selama setengah jam lalu Kelly tiduran dilantai dan Nataly menduduki vaginanya. Lalu vagina Nataly digesek-gesekan ke vagina Kelly, dan mereka berdua mendesah keras. Lalu Nataly merangkak ke depan dan mengesek-gesekan payudaranya ke payudara Kelly. Kedua wanita itu saling mengesek-gesekan payudara dan vagina mereka ke lawannya masing-masing. Aku tidak tahan lagi melihat hal itu dan terselip jatuh dari atas batu.

Mereka berdua kaget dan mempelototiku, setelah itu mereka saling berpandangan dan tersenyum. Setelah itu mereka lalu berjalan ke arahku dan menelanjangiku. Kelly langsung menciumku dan lidahnya mengaduk-aduk lidahku. Sedangkan Nataly menjilati penisku tanpa ampun. Dada Kelly menempel erat didadaku. Setelah itu Nataly bangun dan duduk diwajahku. Aku lalu menjilati vaginanya yang sudah basah itu. Kelly langsung mencumbui penisku dan mereka berdua duduk diatas badanku yang terbaring dilantai. Setelah itu Mereka berdua bangun dan ganti posisi. Pantat Nataly dinunggingkan dan penisku masuk mencumbui pantatnya. Kelly tiduran terlentang di punggung Nataly dan menyodorkan pantatnya agar kujilat.

Setelah 20 menit Kelly bangun dari punggung Nataly, dan giliranku yang tiduran dipunggungnya. Lalu aku meremas payudara Nataly. Penisku masih mencumbui pantat Nataly. Kepala Nataly-pun dimiringkan setengah ke atas agar kami bisa berciuman. Kelly tidur diatas punggungku dan kedua buah payudaranya menempel dipunggungku. Aku benar-benar merasa nikmat karena dipijit seperti roti hamburger. Kami bertiga berdesah keras dan akhirnya mengalami orgasme keras. Spermaku disemprotkan ke dalam pantat Nataly. Setelah itu kami semua berpakaian dan Nataly duduk diatas batu dan merokok.

Tiba-tiba sebuah benda tajam besar datang menembus perut Nataly dan mengangkatnya ke atas. Kelly langsung berteriak dan aku menyenter batu itu. Ternyata Nataly duduk diatas seekor kalajengking berukuran raksasa berwarna biru kehijauan. Ternyata itu adalah ratu kalajengking beracun. Nataly pun mati kesakitan. Aku membawa Kelly kabur bersama John dan Sung Yung. Kalajengking itu tidak mengejar kami karena ia sudah mempunyai makanan sendiri. Setelah lama kami berlari akhirnya kami kelelahan dan beristirahat.

Dikeesokan harinya kami melanjutkan perjalanan dan kali ini kami menemukan sebuah batu dan ada kotak kecil diatasnya. Aku membaca batu bertulisan Sansekerta yang kubawa dan ternyata kami sudah sampai ditempat tujuan. John langsung mengeluarkan pistol dan membunuh Sung.

"Terima kasih sekarang tugas kalian sudah habis".

Ternyata aku baru sadar bahwa John lebih mengetahui rahasia harta itu dari siapapun. Harta itu adalah sebuah keris keramat yang digunakan oleh Raden Wijaya sepanjang hidupnya. Barang siapa yang memiliki keris itu akan menjadi penguasa dan negaranya akan kuat dan hebat. John berusaha untuk memiliki keris itu.

Aku menjadi marah karena aku tidak mau barang warisan dari leluhurku dirampas oleh orang munafik dan serakah. Maka aku melempar batu dan mengenai kepala John. Kelly lari ke arah John dan menusuk perutnya. John kesakitan dan menembaki Kelly tepat dikepalanya. Kelly pun meninggal. Aku langsung menyerang dan mendorong John hingga jatuh, namun badannya yang besar melemparku dan tanpa sengaja aku menabrak tombol batu yang besar didinding. Tiba-tiba langit dinding goa terbuka dan terlihatlah jalan keluar. Aku segera lari ke arah itu dan John melepaskan tembakan. Beberapa saat kemudian John berpaling kebelakang dan terlihatlah kalanjengking raksasa yang kemarin malam. John ketakutan dan tidak bisa kabur. Ia dimakan oleh kalajengking itu. Sedangkan aku berhasil lari. Namun kalajengking itu mengejarku.

Tak lama kemudian aku melihat ada air bah datang dari depan. Kalajengking raksasa itu ketakutan dan kabur. Aku menahan air itu dan berusaha berenang menyelusurinya. Setelah sekian lama aku menemukan jalan keluar, namun aku berada didalam laut. Lalu akupun berenang keluar. Aku berusaha menahan napas dan berenang sekuat tenaga untuk keluar dari air, telingaku sakit sekali dan hampir mengeluarkan darah. Aku berusaha memejam mataku dan berenang terus-terusan ke atas. Akhirnya aku muncul dipelabuhan dan para nelayan memarahiku karena ikan mereka semua kabur karenaku.

Aku lalu naik ke atas dan berdiri. Terlihat tulisan besar perkampungan Nelayan di depanku. Lalu aku melihat ke sebelah kanan, dan dari jauh ada gerbang besar bertulisan, 'Selamat datang di Pantai indah Kapuk'. Ternyata aku telah kembali berada di Jakarta Utara. Lalu aku mengeringkan badanku dan naik bajaj pulang ke rumah. Beberapa tetangga menanyaiku,

"Pergi kemana selama beberapa hari ini? Enak enggak pergi sama wanita bule?"

Aku baru sadar kalau tidak ada orang yang tahu apa yang terjadi. Aku lalu kembali ke kamarku dan melamun. Aku hampir tidak percaya pengalaman yang ke alami. Namun aku akan merahasiakan hal ini agar warisan leluhurku tidak jatuh ke tangan yang salah. Tetangga dan teman-temanku boleh melecehkanku namun mereka juga tidak akan percaya kalau aku baru saja menyelamatkan warisan nenek moyang kita dari tangan orang asing. Dalam hati aku kagum pada nenek moyang kita yang membangun jalan rahasia itu dari candi borobudur sampai ke pelabuhan Tanjung Priok.

E N D

Read More..

1/21/2009

Selir-selir Sang Prabu

Alkisah. Tersebutlah sebuah kerajaan. Raja dari kerajaan tersebut mempunyai lima orang selir disamping permaisuri. Suatu saat baginda raja bepergian ke kerajaan lain disertai permaisuri dan dua orang selirnya. Tiga selir yang lain ditinggal di kerajaan. Mereka adalah Sekarwangi, Gayatri dan Linggasuri.

Sekarwangi berusia 26 tahun dengan tinggi sekitar 169 cm dan berat sekitar 53 kg. Rambutnya lurus dan panjang. Gayatri berusia sama dengan Sekarwangi dengan tinggi yang juga sama dan berat sekitar 5 kg lebih ringan dari Sekarwangi. Rambutnya berombak dan panjang. Linggasuri berusia satu tahun lebih tua dari Sekarwangi dan Gayatri. Tingginya sama dengan Sekarwangi dan Gayatri serta berat sekitar 50 kg. Rambutnya lurus dan panjang sama dengan Sekarwangi. Mereka bertiga sama-sama berkulit sawo matang. Yang membedakan hanya pada Linggasuri yang kedua puting payudaranya ditindik dan mempunyai tato huruf L di samping kanan pusarnya.

Suatu malam mereka bertiga berkumpul di sebuah kamar.

"Kapan baginda pulang, ya?" Kata Sekarwangi.
"Aku sudah lama tidak bercumbu dengannya." Sambungnya lagi.
"Aku juga. Apakah kamu juga, Suri?" Kata Gayatri.

Linggasuri hanya mengangguk saja. Kemudian.

"Bagaimana kalau kita saling memuaskan nafsu kita?" Kata Linggasuri.
"Bagaimana caranya?" Tanya Gayatri.
"Kita bergantian berperan sebagai baginda." Jawab Linggasuri.

Akhirnya Sekarwangi dan Gayatri setuju dengan usul Linggasuri. Mereka semua melepas seluruh pakaian yang dipakainya sampai telanjang bulat. Linggasuri memperoleh giliran pertama berperan sebagai baginda. Disuruhnya Gayatri untuk telentang di tempat tidur. Sedangkan Sekarwangi duduk di kursi sambil melihat permainan Gayatri dan Linggasuri. Linggasuri langsung saja menghisap vagina Gayatri dengan lidahnya.

"Aaaghh.. Ooohh.." Desah Gayatri.

Kedua tangannya juga membelai kedua paha Gayatri yang mengangkang.

"Eeehmm.." Desah Gayatri.

Melihat Gayatri tak bereaksi, Linggasuri lalu duduk di atas payudara kanan Gayatri yang berukuran 34 sama dengan ukuran kedua payudaranya. Puting payudara kanan Gayatri menempel ke kelentit Linggasuri. Gayatri mulai bereaksi dengan menggesekkan putingnya ke kelentit Linggasuri.

"Aaahh.." Mereka berdua sama-sama mendesah.

Linggasuri lalu kembali menghisap vagina Gayatri dengan lidahnya. Gayatri memegang kepala Linggasuri dan menekannya ke vaginanya. Linggasuri kemudian tengkurap di atas tubuh Gayatri dengan posisi tubuh berlawanan arah. Mereka melakukan posisi 69 selama beberapa menit. Linggasuri menghisap vagina Gayatri dengan lidahnya dan sebaliknya Gayatri juga menghisap vagina Linggasuri dengan lidahnya. Linggasuri kemudian duduk di bawah tempat tidur dan bersandar pada tempat tidur. Gayatri sendiri duduk di pinggir tempat tidur. Dari belakang Gayatri meremas kedua payudara Linggasuri sementara kedua lengannya dibelai dari depan oleh kedua tangan Linggasuri.

"Ooohh.." Desah Linggasuri.
"Eeehmm.." Desah Gayatri.

Linggasuri kemudian berdiri dan membalikkan tubuhnya. Disodorkannya payudara kirinya ke mulut Gayatri yang langsung menghisapnya. Kaki kirinya diangkat ke atas tempat tidur dan pahanya dibelai dengan tangan kanan Gayatri. Tangan kiri Gayatri membelai punggung Linggasuri. Tangan kiri Linggasuri juga membelai lengan kanan Gayatri. Tangan kanan Linggasuri memegang kepala Gayatri dan menekannya ke payudara kiri yang dihisap oleh Gayatri.

Gayatri kemudian berdiri dan diciumnya bibir Linggasuri. Mereka berdua saling berjilatan lidah. Mereka berdua saling membelai kedua payudara mereka yang saling menempel. Tidak lupa juga kedua kaki mereka bergerak dan saling menggesekkan paha. Gayatri kemudian membalikkan tubuh Linggasuri. Dari belakang tangan kirinya meremas payudara kiri Linggasuri. Tangan kiri Linggasuri memegang kepala Gayatri yang muncul dari samping kirinya dan langsung menghisap payudara kiri Linggasuri.

"Oooughh.." Desah Linggasuri.

Linggasuri lalu membalikkan tubuhnya. Diciumnya bibir Gayatri yang membalasnya dengan penuh gairah. Payudara kanannya menempel di belahan kedua payudara Gayatri. Sementara payudara kirinya diremas oleh tangan kanan Linggasuri. Gayatri melepaskan diri dari jamahan Linggasuri. Dia naik kembali ke atas tempat tidur. Dia duduk dengan kaki diluruskan. Linggasuri ikut naik ke atas tempat tidur. Disodorkannya payudara kirinya ke mulut Gayatri yang langsung menghisapnya.

Gayatri menghisap payudara kiri Linggasuri sambil merebahkan tubuhnya sendiri. Hisapan Gayatri terlepas ketika Linggasuri juga ikut merebahkan tubuhnya disamping Gayatri. Serentak kedua tangan mereka membelai vagina masing-masing. Kaki-kaki mereka berdua mengangkang. Kaki kanan Gayatri menindihi kaki kiri Linggasuri. Jari-jari mereka berdua juga masuk ke vagina masing-masing yang sudah basah. Mereka berdua saling mengocok vagina.

Sambil tetap telentang Gayatri mencoba menghisap payudara kiri Linggasuri. Gayatri tidak berhasil. Dia hanya bisa meremas payudara kiri Linggasuri yang juga diremas oleh Linggasuri sendiri. Gayatri lalu bangkit. Puting payudara kirinya ditempelkan ke kelentit Linggasuri dan digesek-gesekkan. Dia kemudian duduk di samping Linggasuri dan menghisap vagina Linggasuri dengan lidahnya selama beberapa menit.

Gayatri belum puas dengan hisapan lidahnya pada vagina Linggasuri ketika Linggasuri mendorong kepala Gayatri untuk menjauh dari vaginanya. Linggasuri duduk di samping Gayatri. Direbahkannya Gayatri. Gayatri hanya menurut. Giliran Linggasuri yang menghisap vagina Gayatri dengan lidahnya. Ditambah jari telunjuk dan jari tengah tangan kanannya yang mengocok vagina Gayatri.

Sementara Gayatri dan Linggasuri asyik dengan permainannya. Sekarwangi juga asyik dengan permainannya sendiri. Kedua tangannya bergantian meremas kedua payudaranya sendiri. Lalu jari tengah tangan kanannya dimasukkan ke mulutnya. Dibasahinya jari tengah tangan kanannya tersebut untuk kemudian jari tengah tangan kanannya itu perlahan-lahan masuk ke vaginanya sendiri yang juga basah. Dikeluarmasukkan jari tengah tangan kanannya itu sambil kedua kakinya dikangkangkan.

Sementara itu Gayatri dan Linggasuri telah selesai dengan permainannya. Mereka berdua sama-sama telah mencapai orgasme dan saling berpelukan sambil berciuman lembut. Gayatri yang melihat Sekarwangi sedang masturbasi lalu melepaskan pelukan Linggasuri. Dihampirinya Sekarwangi yang masih duduk di kursi. Diangkatnya kaki kanan Sekarwangi. Dihisapnya vagina Sekarwangi dengan lidahnya. Sekarwangi lalu mengeluarkan jari tengahnya yang masih mengocok vaginanya. Diangkatnya sendiri kaki kirinya. Gayatri semakin bersemangat dalam menghisap vagina Sekarwangi dengan lidahnya.

Sekarwangi kemudian mengangkat kepala Gayatri dan diciumnya bibir Gayatri yang setengah membungkuk. Tidak lupa kakinya diturunkan kembali ke lantai. Gayatri lalu berdiri dan membalikkan tubuhnya. Dia berniat menghampiri kembali Linggasuri yang membelai-belai tubuhnya sendiri. Sekarwangi mencegahnya dengan memegang kedua paha Gayatri sambil lidahnya menjilati pinggang kiri Gayatri. Gayatri menikmati jilatan lidah Sekarwangi yang perlahan-lahan sampai ke payudara kirinya. Sekarwangi menjilati payudara kiri Gayatri dari arah samping kiri sambil tangan kirinya juga meremas payudara kiri Gayatri.

Tangan kanan Gayatri juga meremas payudara kirinya sendiri. Sedangkan tangan kirinya dirangkulkan ke leher Sekarwangi. Kemudian Sekarwangi membimbing Gayatri untuk duduk dipangkuannya. Dijilatinya leher Gayatri sambil kedua tangannya membelai vagina Gayatri. Kedua tangan Gayatri sendiri juga membelai vaginanya.

Gayatri merasa tidak enak duduk dipangkuan Sekarwangi. Dia bangkit dari pangkuan Sekarwangi dan duduk disamping Sekarwangi dengan kedua kaki mengangkang. Sekarwangi langsung menghisap vagina Gayatri dengan lidahnya. Gayatri menghentikan hisapan lidah Sekarwangi pada vaginanya dengan mengangkat kepala Sekarwangi. Dia kemudian dengan kedua tangan bertumpu pada pegangan kursi lalu membungkukkan tubuhnya. Kedua kakinya dikangkangnya. Sekarwangi rupanya tahu maksud Gayatri. Dihisapnya vagina Gayatri dengan lidahnya sambil kedua tangannya membenarkan posisi kaki Gayatri.

Sementara itu Linggasuri telah kelelahan dengan permainannya sendiri dan tertidur. Sekarwangi lalu menghentikan hisapan lidah pada vagina Gayatri. Dia lalu duduk di tepi tempat tidur sambil mengangkangkan kedua kakinya. Maksudnya supaya Gayatri ganti menghisap vaginanya dengan lidahnya. Tapi Gayatri salah paham dengan maksud Sekarwangi. Gayatri menduduki Sekarwangi dengan memposisikan vaginanya pada vagina Gayatri. Ditempelkannya kelentitnya ke kelentit Gayatri. Lalu digesek-gesekkan selama beberapa menit.

Vagina mereka berdua semakin basah. Sekarwangi lalu merubah posisi duduknya. Vaginanya tepat diatas mulut Gayatri yang langsung menghisap vagina Sekarwangi dengan lidahnya. Sementara itu kedua tangan Sekarwangi meremas-remas kedua payudara Gayatri bergantian.

Karena kurang menjaga keseimbangan maka Sekarwangi jatuh tertelungkup di samping Gayatri. Gayatri juga ikut menelungkupkan tubuhnya disamping Sekarwangi. Jari tengah tangan kanannya mencoba masuk ke lubang pantat Sekarwangi dan langsung dikeluarmasukkan. Sekarwangi mengikuti apa yang dilakukan Gayatri. Jari tengah tangan kirinya keluarmasuk di lubang pantat Gayatri.

Tubuh mereka berdua yang bergoyang membuat Linggasuri yang tertidur menjadi terbangun. Linggasuri terbangun tapi tidak bergabung dengan Gayatri dan Sekarwangi. Dia bangkit berdiri dan memunguti pakaiannya. Dia ingin memakai kembali pakaiannya ketika ada sebuah tangan yang membelai payudara kanannya dari belakang.

Bersambung ke Bagian 2

Read More..

Selir-selir Sang Prabu-2

Sambungan dari Bagian 1

Ternyata tangan itu adalah tangan kanan Gayatri. Dia membelai payudara kanan Linggasuri sambil menjilati leher Linggasuri. Linggasuri bereaksi dengan tangan kanannya yang membelai vagina Gayatri. Dan dibalas Gayatri dengan remasan tangan kanannya pada payudara kanan Linggasuri.

Linggasuri kemudian membalikkan tubuhnya sambil tangan kanannya tetap membelai vagina Gayatri. Diciumnya juga bibir Gayatri. Gayatri lalu membalikkan tubuh Linggasuri. Jari tengah tangan kanannya masuk ke vagina Linggasuri dari belakang dan dikocoknya vagina Linggasuri. Linggasuri sendiri menarik-narik lembut anting yang ditindikkan ke kedua puting payudaranya. Dia lalu membalikkan tubuhnya dan mulutnya langsung menghisap payudara kiri Gayatri.

Gayatri memegang kepala Linggasuri. Linggasuri dengan duduk di lantai melanjutkan dengan menghisap vagina Gayatri dengan lidahnya. Jari tengah tangan kirinya mengocok vaginanya sendiri.

Beberapa menit kemudian Linggasuri lemas dan tergeletak di lantai. Gayatri yang masih berdiri lalu duduk disamping tubuh Linggasuri. Dia merangsang Linggasuri dengan menjilati payudara kirinya. Linggasuri hanya setengah terangsang yang membuat Gayatri menghisap vagina Linggasuri dengan lidahnya. Mulutnya lalu naik kembali menjilati payudara kiri Linggasuri kembali sambil jari tengah tangan kirinya mengocok vagina Linggasuri yang kedua kakinya terkangkang.

Tiba-tiba Sekarwangi bergabung dengan hisapan lidah pada vagina Linggasuri yang masih dikocok oleh jari tengah tangan kiri Gayatri. Gayatri menghentikan kocokannya dan berusaha ikut menghisap vagina Linggasuri dengan lidahnya. Karena tidak berhasil, dia lalu mendaratkan vaginanya ke mulut Linggasuri yang langsung menghisap dengan lidahnya. Gayatri menggoyang-goyangkan tubuhnya sambil kedua tangannya meremas kedua payudaranya sendiri.

Melihat Sekarwangi menghentikan hisapan lidahnya pada vagina Linggasuri maka Gayatri mencoba untuk menghisap vagina Linggasuri dengan lidahnya. Tetapi mulut Gayatri disambut dengan ciuman bibir Sekarwangi. Mereka berdua berciuman dengan sangat gairah. Jari tengah tangan kiri Gayatri mengocok vagina Linggasuri yang masih menghisap vaginanya dengan lidahnya. Sedangkan Sekarwangi yang berciuman dengan Gayatri juga menggesekkan payudara kirinya ke lutut Linggasuri yang ditekuk sementara payudara kanannya diremasnya sendiri dengan tangan kanannya. Sekarang mereka bertiga berbaring miring. Tangan kanan Linggasuri meremas sendiri payudara kanannya.

Sekarwangi menempelkan tubuhnya ke tubuh Linggasuri sambil jari tengah tangan kanannya mengocok vagina Linggasuri. Begitu juga dengan Gayatri yang menempelkan tubuhnya ke tubuh Sekarwangi sambil mengocok vagina Sekarwangi dengan jari tengah tangan kanannya. Kedua tangan Sekarwangi kemudian meremas kedua payudara Linggasuri. Sementara itu Gayatri menghisap vagina Linggasuri dengan lidahnya. Punggungnya dibelai oleh kaki kanan Linggasuri. Lalu mulut Gayatri naik ke atas dan menghisap payudara kanan Linggasuri yang juga diremasnya sendiri. Sedangkan Sekarwangi menjilati pantat Gayatri sambil tangannya membelai betis kanan Gayatri. Kembali mulut Gayatri turun ke bawah dan menghisap vagina Linggasuri dengan lidahnya.

Sekarwangi memegang pinggang Gayatri sambil kedua payudaranya ditempelkan ke pantat Gayatri. Digoyang-goyangkan tubuhnya yang juga membuat tubuh Gayatri ikut bergoyang. Kembali lagi mulut Gayatri naik ke atas dan ingin menghisap payudara Linggasuri. Tetapi Linggasuri malah duduk dan membelai pantat Gayatri yang juga dibelai oleh Sekarwangi. Gayatri lalu berdiri dan payudara kanannya dibelai dan diremas oleh tangan kanan Linggasuri.

Tangan kiri Sekarwangi membelai pantat Linggasuri dan tangan kanannya membelai paha kiri Gayatri. Linggasuri dan Sekarwangi sama-sama pada posisi antara jongkok dan berdiri. Keduanya lalu berdiri dan sama-sama meremas kedua payudara Gayatri. Linggasuri meremas payudara kanan Gayatri dengan tangan kanannya. Sedangkan Sekarwangi meremas payudara kiri Gayatri dengan tangan kirinya sambil menjilati payudara kiri Gayatri. Mereka bertiga lalu saling membelai bagian tubuh yang sensitif.

"Eeehmm.. Eeehmm.. " Mereka bertiga sama-sama mendesah.

Permainan mereka bertiga berlanjut dengan Sekarwangi yang dipeluk dari belakang oleh Gayatri. Gayatri sendiri juga dipeluk dari belakang oleh Linggasuri. Linggasuri menggesek-gesekkan kedua payudaranya ke punggung Gayatri bersamaan dengan Gayatri yang menggesek-gesekkan kedua payudaranya ke punggung Sekarwangi.

Gayatri kemudian mencium bibir Sekarwangi dari belakang sambil kedua tangannya meremas kedua payudara Sekarwangi. Tangan kiri Sekarwangi ke belakang membelai paha kiri Gayatri yang juga dibelai oleh tangan kiri Linggasuri dari belakang. Lama sekali Gayatri meremas payudara Sekarwangi sampai akhirnya Sekarwangi membalikkan tubuhnya yang membuat kedua payudara Gayatri dan kedua payudara Sekarwangi saling menempel.

Gayatri menghentikan remasan kedua tangannya pada kedua payudara Sekarwangi. Kedua tangannya pindah meremas pantat Sekarwangi. Kedua tangan Sekarwangi meremas kedua payudara Linggasuri yang berdiri di belakang Gayatri. Linggasuri juga menempelkan pahanya ke paha Gayatri sambil digesek-gesekkan. Kedua tangannya juga membelai kedua paha Gayatri.

Lalu Gayatri menurunkan tubuhnya dan dengan setengah berdiri dia menghisap vagina Sekarwangi dengan lidahnya. Sedangkan Linggasuri pindah ke samping Sekarwangi dan menghisap payudara kiri Sekarwangi. Jari-jari kaki kirinya digesek-gesekkan ke paha belakang kiri Gayatri. Linggasuri pindah lagi ke belakang Sekarwangi dan kedua tangannya dari bawah ketiak Sekarwangi meremas kedua payudara Sekarwangi.

Sedangkan Gayatri yang dengan kedua tangannya memegang paha Sekarwangi menghisap vagina Sekarwangi dengan lidahnya. Pegangan Gayatri kurang kuat sehingga dia terjatuh. Linggasuri menghentikan remasan kedua tangannya pada kedua payudara Sekarwangi. Dia menindihi tubuh Gayatri yang akan kembali berdiri dan menghisap payudara kanannya.

Sedangkan Sekarwangi dari belakang menghisap vagina Linggasuri dengan lidahnya. Linggasuri hanya sebentar menghisap payudara kanan Gayatri. Dia lalu maju dan disodorkannya payudara kirinya ke mulut Gayatri yang langsung menghisapnya. Kedua tangannya juga meremas kedua payudara Gayatri. Posisi yang demikian membuat Sekarwangi merubah posisinya dari telungkup ke telentang. Dia kembali menghisap vagina Linggasuri dengan lidahnya.

Sekarwangi adalah yang pertama kali orgasme. Dia terjatuh lemas di samping tubuh Linggasuri. Sementara Linggasuri menelentangkan tubuhnya ke belakang. Kedua kakinya saling menjepit dan bersilangan dengan kedua kaki Gayatri. Kedua vagina mereka saling bergesekan.

Setelah mereka berdua mencapai orgasme secara bersama-sama, Gayatri dan Linggasuri berdiri dan mengangkat tubuh Sekarwangi ke meja. Setelah tubuh Sekarwangi diletakkan di meja mereka berdua lalu berciuman. Payudara kanan Gayatri bersentuhan dengan payudara kiri Linggasuri. Lalu Gayatri menghampiri Sekarwangi. Disodorkannya payudara kanannya agar dihisap oleh Sekarwangi. Sekarwangi menyambutnya dan kepalanya dipegang oleh tangan kiri Gayatri.

Sementara tangan kanannya menekuk kedua kaki Sekarwangi agar Linggasuri di sisi lain dapat leluasa dalam menghisap vagina Sekarwangi dengan lidahnya. Kemudian Gayatri mencium Sekarwangi dengan bibirnya sambil tetap memegang kedua kaki Sekarwangi. Linggasuri masih tetap menghisap vagina Sekarwangi dengan lidahnya. Linggasuri menghentikan hisapan lidahnya pada vagina Sekarwangi. Lidahnya menjilati kaki kiri Sekarwangi yang sudah tidak lagi ditekuk. Gayatri tetap berciuman mesra dengan Sekarwangi dan mengesek-gesekkan kedua payudaranya ke kedua payudara Sekarwangi. Dia lalu ikut menjilati kaki kanan Sekarwangi yang sedang mengocok vaginanya dengan jari tengah kedua tangannya bergantian.

Beberapa saat kemudian Gayatri dan Linggasuri menelungkupkan tubuh Sekarwangi. Kedua kakinya dipijakkan ke lantai. Gayatri kemudian menghisap vagina Sekarwangi dengan lidahnya dan Linggasuri menjilati lubang pantat Sekarwangi. Akhirnya Sekarwangi didudukkan di meja dan Gayatri menghisap payudara kiri Sekarwangi sedangkan Linggasuri menghisap payudara kanan Sekarwangi.

Mereka betiga akhirnya kelelahan dan tidur di tempat tidur sambil berpelukan dalam keadaan masih telanjang. Linggasuri berada ditengah dan dipeluk dari belakang oleh Gayatri dan dipeluk dari depan oleh Sekarwangi. Pagi harinya. Suara kokok ayam membuat Sekarwangi terbangun. Dilihatnya Gayatri dan Linggasuri masih tertidur pulas. Dibangunkannya Gayatri dengan membelai payudara kanannya.

Gayatri terbangun juga dan dilihatnya Sekarwangi membangunkan Linggasuri dengan menjilati belahan kedua payudaranya. Linggasuri masih tetap pulas sehingga Gayatri berinisiatif ikut membangunkan Linggasuri dengan ciuman bibirnya pada bibir Linggasuri dan menepuk-nepuk pantat Linggasuri. Linggasuri akhirnya terbangun juga. Sekarwangi merebut ciuman bibir Gayatri pada bibir Linggasuri dengan bibirnya. Gayatri terpaksa menjilati leher Linggasuri. Sekarwangi juga meremas payudara kanan Linggasuri dengan tangan kirinya.

Tanpa sengaja bibir Sekarwangi dan bibir Gayatri bersentuhan dan langsung saling menjilat lidah. Kedua payudara Sekarwangi dan kedua payudara Linggasuri juga saling menempel. Kaki kanan Linggasuri ditumpangkan ke paha kiri Sekarwangi. Sementara paha kanannya dibelai oleh tangan kanan Gayatri. Linggasuri mengangkat kepalanya yang membuat perang lidah antara Sekarwangi dan Gayatri terhenti. Dihisapnya payudara kiri Sekarwangi sambil kaki kanannya tetap ditumpangkan ke paha kiri Sekarwangi.
Tangan kirinya dipegang oleh tangan kanan Gayatri dan diremaskan ke payudara kanannya. Sedangkan payudara kirinya diremas tangan kanan Linggasuri dengan sendirinya.

Puncak dari permainan tersebut ketika payudara kanan Linggasuri dihisap oleh Gayatri dan payudara kirinya dihisap oleh Sekarwangi. Ditambah lagi dengan jari tengah tangan kanan Gayatri dan jari tengah tangan kiri Sekarwangi yang bersama-sama mengocok vagina Linggasuri.

"Oooughh.. Aaahh.. Ooouhh.." Mereka bertiga akhirnya mengalami klimax bersamaan.

E N D

Read More..

1/07/2009

Snow White XXX

Dahulu kala di sebuah negeri yang damai, hidup seorang raja yang mempunyai seorang Putri kecil yang sangat cantik. Sayangnya Putri itu hanya sebentar dalam merasakan kasih sayang seorang ibu. Ketika ia masih berumur 9 tahun, ibunya sakit dan tidak dapat di sembuhkan. Dan akhirnya dia meninggal. Untuk menemani setiap malam, sang raja menyunting seorang Ratu dari negeri sebelah yang konon di negeri itu banyak sekali penyihir.

Setelah Sang Putri mendapatkan seorang ibu tiri, hidupnya menjadi sengsara. Walaupun dia tinggal di istana, dia hanya mendapat kasih sayang dari seorang ayah yang selalu sibuk mengurus negerinya. Sang Putri selalu merasa kesepian, sehingga untuk melepas kejenuhannya dia selalu mengurung dirinya di kamar dan bermain bersama binatang peliharaannya.

Suatu hari ketika Sang Putri telah menginjak umur 18 tahun, ayahnya sang raja meninggal dunia karena penyakit keras yang menyerangnya. Setelah sang raja meninggal, tahta raja diambil alih oleh Sang Ratu yaitu ibu tiri Sang Putri yang ternyata dia adalah seorang penyihir yang sangat jahat. Ketika kerajaan dipimpin oleh Ratu itu, kerajaan selalu diliputi oleh kegelapan. Karena Ratu itu hanya merawat kecantikanya, negeri yang dahulu indah dan damai sekarang menjadi kacau balau dan banyak kejahatan di mana-mana. Melihat itu, Sang Putri merasa sedih. Kemudian ia pergi menemui ibu tirinya itu untuk membicarakan tentang negerinya. Tapi Ratu itu malah membentak-bentak Sang Putri dan mengusirnya. Sang Putri merasa sakit hati dan dia langsung mengurung diri di kamarnya.

Permaisuri yang datang dari negeri penyihir mempunyai ilmu sihir yang tinggi. Dikamarnya dia membuat sebuah cermin yang bisa berbicara dan menamakannya cermin ajaib. Cermin itu akan selalu menjawab semua pertanyaan yang diberikan padanya. Suatu hari permaisuri menanyakan siapa wanita tercantik di negeri itu.
"Wahai cermin ajaib, siapakah wanita tercantik di negeri ini?"
"Tentunya hanya Putri Salju seorang yang paling cantik di negeri ini."
Ketika mendengar jawaban itu, Sang Ratu menjadi murka. Kemudian dia mengutus anak buahnya untuk menyingkirkan dan membuang Sang Putri ke hutan. Kemudian anak buahnya segera melaksanakanya. Mereka mengajak Sang Putri berkuda ke hutan dan meninggalkanya di tengah hutan belantara yang sangat gelap.

Ditengah gelapnya hutan belantara, Sang Putri terus berjalan menyusuri hutan untuk menemukan jalan keluar. Tapi Sang Putri malah menemukan sebuah rumah kayu yang sangat terawat dan banyak di tumbuhi bunga yang amat indah. Ketika dia menemukan rumah itu, dia langsung masuk dan mencari makanan karena telah lelah seharian mencari jalan keluar dari hutan. Saking laparnya dia menghabiskan semua persediaan makanan di rumah itu. Karena kekenyangan terlalu banyak makan akhirnya Sang Putri pun tertidur lelap di rumah itu.

Setelah bangun, Sang Putri terkejut karena itu adalah rumah 7 Kurcaci yang rajin bekerja.
"Hah.. siapa kalian? apakah kalian Kurcaci yang menghuni hutan ini?", kata Putri sambil lalu berdiri.
"Anda betul sekali..! Lalu anda ini siapa?"
"Ohh.. aku adalah Putri dari kerajaan. Aku dibuang oleh pesuruh ibu tiriku.."
"Apakah Tuan Putri tahu letak kerajaan Tuan Putri..?"
"Aku tidak tahu, karena selama di kerajaan aku tidak pernah keluar rumah.."
"Kalau begitu Tuan Putri boleh tingal disini.."
"Dan karena Tuan Putri telah menghabiskan makanan kami, kami ingin dibuatkan kembali makanan kami..", potong salah satu Kurcaci itu.
"Baiklah aku akan membuatkan makanan bagi kalian.."

Kemudian Sang Putri pun bergegas pergi ke dapur dan membuatkan makanan buat Kurcaci itu. Setelah makanannya jadi, para Kurcaci segera menyantapnya bersama dan mereka sangat senang karena makanan itu jauh lebih enak dari makanan yang mereka makan setiap hari.
"Putri, makanan ini sungguh enek sekali.."
"Iya makanannya sangat enak..!"
"Maukah Putri membuatkannya lagi selagi kami bekerja..?"
"Baiklah.. aku akan membuatkannya lagi untuk kalian, dan karena sekarang hari sudah gelap, sebaiknya kalian segera tidur.."
"Baiklah!", sahut mereka bersama.

Malam pun menjelang, Sang Putri tidur terlelap. Tapi bagi para Kurcaci. Mereka semua bersamaan di gelapnya malam. Mereka semua berkumpul di kamar Sang Putri. Dan sepertinya mereka telah merencanaan sesuatu.
"Apa yang sebaiknya kita lakukan?", bisik salah satu Kurcaci itu.
"Kita harus melakukannya bersama", jawab Kurcaci yang lain.
"Baiklah."

Kemudian mereka segera menuju tempat tidur Sang Putri dan mereka melepas pakaian mereka masing-masing dan terlihatlah penis-penis yang telah berdiri dengan ukuran yang besar. Mereka bersama-sama melucuti satu-persatu pakaian Sang Putri. Secara bergiliran mereka menciumi vagina dan payudara Sang Putri yang terlihat sangat indah dan mulus sekali. Kemudian salah satu Kurcaci yang paling tua segera mengambil alih bagian vagina Sang Putri. Dengan menggesek-gesekkan penisnya ke mulut vagina Sang Putri terlebih dahulu Kurcaci itu memulai aksi mereka. Kurcaci itu membuat mulut vagina Sang Putri menjadi basah terlebih dahulu dan kemudian Kurcaci itu mendorong masuk penisnya yang besar ke dalam lubang vagina Sang Putri yang masih perawan itu.

Bercak darah keluar dari vagina Sang Putri ketika Kurcaci itu berhasil memasukan penisnya yang besar. Kemudian Kurcaci itu mulai menggenjot penisnya keluar masuk vagina Sang Putri yang terlihat mulai memerah dan terus mempercepat genjotannya. Beberapa menit kemudian, Kurcaci itu terlihat sudah mencapai puncaknya dan Kurcaci itu pun langsung mencabut penisnya dan langsung mengeluarkan spermanya di tubuh Sang Putri. Spermanya yang kental dan putih itu membasahi hampir seluruh badan Sang Putri.

"Sekarang giliranku..!"
Selama semalaman mereka menggilir Sang Putri yang tertidur pulas karena pengaruh makanan yang dimakannya tadi siang.

Pagi telah menjelang Sang Putri sangat terkejut karena ketika bangun dia melihat tubuhnya telanjang dan dilumuri oleh cairan putih yang ia tidak tahu apakah itu.
"Hah.. apa yang terjadi padaku..!"
Sang Putri melihat ke sekeliling dan dia melihat dia kelilingi oleh para Kurcaci yang tertidur dengan tanpa busana.
"Hey..! Kalian semua bangun..! Apa yang kalian lakukan kepadaku?"
Para Kurcaci itu pun terbangun oleh suara Sang Putri dan semua segera berkumpul dihadapan Sang Putri.
"Maafkan kami Tuan Putri, kamu lupa memberitahu kalau selain kami tak bisa masak kami juga membutuhkan Tuan Putri untuk melampiaskan nafsu kami", jawab salah satu Kurcaci yang paling tua.
"Jika kami tidak melampiaskannya, tempat tidur kami akan rusak setiap malam dan itu disebabkan oleh nafsu kami yang tidak tertahan.", sambung salah satu Kurcaci yang lain.
"Oohh.. jadi begitu.. aku mulai mengerti sekarang.."
"Terimakasih Putri..!", jawab mereka bersama
"Iya, sekarang kalian harus segera bersiap untuk bekerja jangan bermalas-malas"
"Baiklah Tuan Putri."

Sedangkan di kerajaan. Sang Putri masih sibuk dengan kecantikanya. Dia selalu berusaha untuk mempercantik diri dan bertanya kepada cermin ajaib. Tetapi jawaban yang diberikan oleh cermin selalu sama.
"Wahai cermin siapakah wanita tercantik di negeri ini?"
"Tentunya hanya Putri Salju seorang yang tercantik di negeri ini"
"Apakah ada cara untuk membuat aku menjadi yang tercantik?"
"Tentu ada Ratu.."
"Apakah itu?"
"Ratu hanya harus menyingkirkan Putri Salju"
"Baiklah kalau begitu, aku akan membunuhnya..!"

Kemudian Sang Ratu mengutus salah satu anak buahnya yang telah ia sihir untuk mencari Putri Salju dan segera membunuhnya. Kemudian utusan Ratu itu segera pergi ke tempat yang telah di gambarkan oleh cermin ajaib. Setelah berhari-hari utusan itu mencari, akhirnya pada suatu hari ia berhasil menemukan rumah yang digambarkan oleh cermin ajaib. Ia langsung mengetuk pintu dan Sang Putri pun segera membukakan pintu untuk dia.

Ketika pintu dibuka seperti dihipnotis, Sang Putri langsung tak sadarkan diri. Sang Putri langsung melepas celana utusan itu. kemudian ia langsung mengulum penis utusan itu yang berdiri di mulut Sang Putri. Utusan itu sangat menikmati kuluman Sang Putri yang tak sadarkan diri.
"Aahh.. Putri engkau sangat hebat..mmhh.."
Beberapa menit Sang Putri mengkulum penis utusan itu akhirnya utusan itu mencapai puncaknya. Dia mengeluarkan semua spermanya di mulut Sang Putri. Dengan tak sadarkan diri Sang Putri langsung menelan semua sperma di mulutnya. Seketika Sang Putri pun jatuh ke lantai dan ternyata Sang Ratu menyihir utusannya agar spermanya menjadi beracun.

Setelah melihat Sang Putri roboh, utusan itu langsung pergi meninggalkan rumah itu. Dan ketika para Kurcaci pulang, mereka sangat terkejut karena Sang Putri tergeletak di lantai tak bernyawa.
"Ohh.. Putri! Apa yang terjadi dengan anda..!"
"Putri tolong jawab pertanyaan kami..!"
"Semua tenang..!", teriak Kurcaci yang paling tua.
"Dia tak akan apa-apa, karena dia telah sering meminum sperma kita racun yang ada pada tubuhnya tak akan membunuhnya. Kita hanya tinggal menunggu seorang Pangeran dari kerajaan negeri sebelah", lanjut Kurcaci itu.

Kemudian bersama-sama mereka melepas celana mereka dan salah satu dari mereka langsung memasukan penisnya yang sudah berdiri ke dalam lubang vagina Sang Putri dengan maksud untuk melindungi tubuh Putri dari racun yang mematikan.

Dikerajaan Sang Ratu tertawa bahagia karena akhirnya cermin ajaib menyebutkan namanya.
"Wahai cermin ajaib siapakan wanita tercantik di negeri ini?"
"Tentunya Ratu seorang yang paling cantik di negeri ini"
"Akhirnya aku adalah wanita tercantik di negeri ini karena Putri Salju sudah aku lenyapkan dari bumi ini untuk selamanya.. ha.. ha.. ha..!"

Dihutan, para Kurcaci sedang bersedih karena Sang Pangeran belum juga datang. Hari-hari berlalu tapi Sang Putri tetap tidak bangun dan Pangeran tak kunjung datang. Hingga akhirnya dari balik hutan belantara munculah Pangeran sedang mengendarai kuda putih. Pangeran itu amat tampan dan gagah. Pangeran itu adalah putra tunggal dari seorang raja dari kerajaan seberang. Pangeran itu tiba-tiba berhenti karena dia melihat seorang Putri yang sedang terlelap.

Pangeran itu mandekatinya dan alangkah terkejutnya Sang Pangeran karena tidak sehelai pun pakaian menutupi tubuh Putri itu. Kemaluan Pangeran yang semula kecil tiba-tiba membesar ketika melihat tubuh Sang Putri yang tak memakai pakaian. Sang Pangeran langsung turun dari kudanya dan langsung melucuti semua pakaian yang menempel di tubuhnya. Kemudian dia mendekati Sang Putri dan berbaring di samping tubuh Putri yang telanjang itu. Dengan lembut Sang Pangeran mencium Sang Putri. Sang Pangeran pun ketagihan. Dengan memeluknya erat dia berciuman dengan Sang Putri dengan penis yang terus berdiri. Sang Pangeran bangkit kemudian dia berciuman dengan Putri dengan tubuh diatas tubuh Sang Putri yang putih tak bergerak. Beberapa kali penisnya yang berdiri menyentuh perut Sang Putri.

Ciuman Pangeran beralih menyusuri dada dan perutnya. Dia menciumi seluruh bagian selangkangan Sang Putri. Sang Pangeran kemudian membukakan vagina Sang Putri dengan tangannya dan kemudian dengan lidahnya ia memainkan klitoris Sang Putri tang terlihat sangat merah dan sedikit becek. Sang Pangeran mencoba untuk menyentuh-nyentuhkan penisnya ke mulut vagina Sang Putri kemudian ia menggesek-gesekkan penisnya itu. Sang Pangeran masih belum merasa puas dan ia pun langsung mencoba memasukan penisnya ke dalam lubang vagina Sang Putri. Sang Pangeran menggesek-gesekan jarinya di mulut vagina Sang Putri terlebih dahulu kemudian ia memasukkan jarinya ke lubang vagina itu.

Lalu Sang Pangeran membasahi dulu penisnya dengan ludah dan langsung mengarahkan penisnya ke arah vagina Sang Putri yang trlihat mulai memerah.
"Baiklah Putri aku akan mengajakmu ke surga.."
Kemudian Sang Pangeran langsung mendorong kemaluannya dalam-dalam hingga semua batang kemaluan Sang Pangeran dilumat oleh vagina Sang Putri. Sang Pangeran kemudian menggoyangkan pinggulnya maju mundur.
"Aahh.. sshh.. Putri, aku akan menemanimu.. sshh.."
Ketika Sang Pangeran asik menggenjot vagina Sang Putri, tiba- tiba mata Sang Putri terbuka dan dia langsung bangkit yang membuat penis Sang Pangeran terlepas dari vaginanya.
"Uuhh.. apa yang terjadi.. eeh..! kamu siapa?"
"Ohh.. aku adalah Pangeran dari negeri seberang, dan aku menemukan Putri sedang tertidur disini.."
"Oohh.. iya sekarang aku ingat.. setelah aku meminum sperma orang itu aku langsung tak sadarkan diri.."

Tiba-tiba dari balik semak-semak keluarlah para kuraci yang habis bekeja. Mereka sangat terkejut sekaligus senang karena Sang Putri telah hidup.
"Pangeran, kaulah Pangeran yang diramalkan akan datang dan akan menyelamatkan Putri Salju, dari sihir Sang Ratu", kata salah satu Kurcaci yang paling tua itu.
"Aku ucapkan terimakasih kepada Pangeran karena telah menyelamatkan aku."
"Iya sama-sama aku sangat senang bisa menolongmu."
"Pangeran, kamu harus melanjutkan kegiatanmu tadi agar sihir dalam tubuh Putri sepenuhnya hilang.."
"Baiklah.."

Kemudian Sang Pangeran pun kembali melanjutkan menggenjot vagina Sang Putri. Ditemani para Kurcaci yang juga telah melepaskan pakaiannya, Pangeran menggenjot dengan penuh semangat dan gairah yang membara. Salah satu Kurcaci yang paling muda meremas sambil menciumi payudara Sang Putri dengan tangan satunya mengocok penisnya yang sudah berdiri. Dengan vagina yang masih di genjot oleh Sang Pangeran Sang Putri mengkulum penis salah satu Kurcaci yang berdiri di samping Sang Putri. Sang Pangeran kemudian mengganti posisinya. Dia menyuruh Sang Putri untuk berbaring di tubuhnya dan Pangeran pun memasukkan penisnya lewat lubang anal.

Dua Kurcaci lainnya memasukan penisnya ke dalam lubang vagina Sang Putri yang terlihat sudah sangat basah secara bersamaan. Setelah beberapa menit Sang Pangeran melakukan anal sex, akhirnya Sang Pangeran mencapai puncak kenikmatannya. Dia menyemburkan spermanya di dalam tubuh Sang Putri dan Pangeran pun terkulai lemas di samping Sang Putri.

Setelah Sang Pangeran selesai, 3 Kurcaci lainnya segera menggilir lubang anal Sang Putri. Beberapa menit kemudian para Kurcaci akhirnya mencapai puncak kenikmatan mereka. Secara bersamaan mereka mengeluarkan sperma mereka di atas tubuh Sang Putri yang belum orgasme itu. Sperma mereka membasahi seluruh tubuh Sang Putri. Hampir seluruh tubuh Putri berwana putih karena sperma para Kurcaci. Tapi Sang Putri yang belum orgasme terus menusuk-nusukkan jarinya ke lubang vaginanya itu.

Setelah beberapa saat Sang Pangeran terbaring lemas di samping Sang Putri, akhirnya penis Sang Pangeran berdiri kembali. Pangeran segera memeluk Putri dan di saat itu pula Pangeran memasukan penisnya ke dalam lubang vagina Sang Putri. Beberapa menit Pangeran menggenjot vagina Sang Putri akhirnya mereka mencapai klimaks bersamaan. Diiringi desahan panjang dari mulut mereka, keduanya saling mengeluarkan cairan dari kemaluan mereka.
"Aahh..!!"

Mereka terbaring lemas dengan tubuh penuh dengan peluh.
"Putri, kamu sangat hebat.. aku tak menyangka kamu sehebat itu.."
"Itu berkat bantuan para Kurcaci itu.."
Ketika hari sudah menjelang malam, mereka semua berkumpul untuk merencanakan untuk mengembalikan kerajaan kepada Putri Salju. Mereka semua sepakat untuk mengerahkan semua kemampuan mereka membantu Sang Putri mendapatkan kembali tahta kerajaan.

Kemudian esok hari akhirnya tiba. Mereka semua sudah siap dan dalam perjalanan menuju kerajaan Sang Ratu. Sesampainya disana, Sang Ratu terlihat sangat histeris karena melihar Putri Salju masih hidup.
"Hah..! Mengapa kamu masih hidup..!"
"Pangeran ini telah menyelamatkan hidup saya.."
"Iya..! sekarang kamu harus menyerahkan kerajaan ini kembali kepada Putri.."
"Apa..! Tidak pernah..! Kamu harus bisa mengalahkan aku..!"
"Baiklah aku akan menghadapimu demi Putriku.."

Sang Ratu langsung melepas semua pakaiannya dan membuka lebar selangkangannya. Sang Pangeran pun mendekati Sang Ratu dan langsung menusukkan penisnya ke dalam lubang vagina Sang Ratu.
"Ratu terimalah seranganku ini..!"
Selama beberapa menit mereka melakukan pertempuran di singgasana raja yang indah. Hingga singgasana menjadi rusak karenanya. Setelah 1 jam mereka bertempur, dengan kegagahan Sang Pangeran akhirnya Sang Ratu mengaku kalah. Dia mengalami orgasme terlebih dahulu dibanding Pangeran. Dan dengan berat hati Sang Ratu menyerahkan singgasana kepada Putri.

Akhirnya kerajaan kembali tentram. Mereka akhirnya menikah dihadiri oleh seluruh warga negeri. Hari-hari berlalu, Sang Pangeran dan Sang Putri hidup bahagia di kerajaan itu.

E N D

Baca Cerita Lucu di Sini

Read More..